UNSUR MAKRO DAN MIKRO TUMBUHAN
- Di tinjau dari cara tumbuhan
memperoleh makanan organiknya, Pada tumbuhan hijau cenderung bisa
menyediakan sendiri ( Autotrof) dengan merubah bahan anorganik menjadi
organik sebagai makanannya dalam bentuk amilum .
- Pembentukan amilum/glukosa
itu dilakukan dengan cara Fotosintesis .
- Meskipun dapat membuat
makanan sendiri , menyediakan bahan organik sendiri , tetap tumbuhan hijau
tergantung oleh lingkungan dalam mencari bahan anorganiknya
- Bahan anorganik itu bisa
didapatkan dengan menyerap air tanah dengan unsur hara yang ikut serta
atau menyerap dari lingkungannya.melalui udara misalnya CO2 , O2
- Dari analisis kimia terhadap
senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan dan uji coba mineral
terhadap pertumbuhan akhirnya di di ketahui terdapat 16 macam mineral
- Mineral itu di kelompokkan
dalam dua kelompok, Makroelemen dan mikroelemen.
- Makroelemen (Unsur Makro)
terdiri dari unsur hara pokok yaitu unsur C, H, O, N, P, K, S, CA Fe, Mg.
- Dan kelompok ke dua yang
merupakan mikroelemen (Unsur Mikro) yang di sebut sebagai unsur hara
pelengkap yaitu terdiri dari unsur-unsur Mn, B, C u, Zn, CL, Mo.
- Elemen-elemen itu tidak
boleh tidak ada dalam tumbuhan karena akan mengganggu pertumbuhan, hingga
dapat mengakibatkan kematian pada tumbuhan.
- Berikut akan disajikan
uraian peran Unsur hara itu dengan dampak defisiensinya OK
- Misalnya terlihat dr bagian
daun, ada yang terlihat menguning, menimbulkan bercak kuning, bagian
tulang daun yang terlihat seperti terbakar, bagian ujung daun yang
terlihat terbakar. Hingga bagian batang yang terlihat seperti terbakar dan
menguning.
DESKRIPSI
UNSUR HARA
Kalium (K)
- Kalium adalah suatu unsur
kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atom 19.
- Kalium berbentuk logam lunak
berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah.
- Secara alami, kalium
ditemukan sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau mineral
lainnya.
- Kalium teroksidasi dengan
sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan secara
kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium.
- Dalam bahasa Inggris, Kalium
sering disebut Potassium.
Sumber-sumber Kalium (K)
- Sumber kalium dapat bersifat
alami seperti pelican silikat primer dan pelican liat.
- Pelican silikat primer yang
mengandung kalium antara lain muskovit, biotit, mikrolin, mika-K,
feldspar-K dan beberara pelican lain.
- Sedangkan pelican liat yang
mengandung antara lain ilit, vermikulit, kaolinit, montmorilonit, zeolit
dan alofan.
- Fungsi utama Kalium (K)
ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
- Kalium pun berperan dalam
memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur.
- Yang tidak bisa dilupakan
ialah Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi
kekeringan dan penyakit.
DEFISIENSI
- Kekurangan Kalium memang
agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan
ketika tanaman masih muda.
- Daun-daun berubah jadi
mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan
kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata.
- Selanjutnya sejak ujung dan
tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang
daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat),
- Sering pula bagian yang
berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergeri emah dan pendek-pendek,
sehingga tanaman tampak kerdil
- Buah tumbuh tidak sempurna,
kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
- Pada tanaman kelapa dan
jeruk, buah mudah gugur
- Bagi tanaman berumbi, hasil
umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah
EFEK KALIUM KE ORGAN TANAMAN
Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan
unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:
Daun
- Daun tanaman padi yang
kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik
yang warnanya yang menyerupai karat.
- Bintik-bintik itu
pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan
tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan
atau coklat kuning.
- Daun-daun tua, khususnya di
tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan
memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air
Batang
- Batang tanaman padi yang
kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus.
- Dan kebanyakan
varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah
Akar
- Pertumbuhan akar biasanya
sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu
cenderung berwarna gelam dan hitam.
- Akar-akar cabang dan akar
rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d. Bulir dan Malai
- Pertumbuhannya akan pendek
dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi.
- Sedang jumlah bulir yang
berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran
kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan
berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa
bertambah.
Calsium (Ca)
- Calsium (Ca) merupakan hara
makro bagi tanaman disamping Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium dan
Belerang.
- Unsur ini biasanya tidak
dianggap sebagai unsur pupuk , oleh karena itu relatif kurang mendapat
perhatian dibandingkan dengan unsur N, P dan K.
- Pemakaian N, P dan K secara
besar-besaran serta penggunaan varietas-varietas tanaman yang konsumtif
terhadap unsur hara mengakibatkan unsur kalsium (Ca) terangkut dari Tanah
secara terus-menerus,
- Sehingga ketersedian di
dalam tanah sangat kecil.
- Kalsium juga merupakan salah
satu kation utama pada komplek pertukaran, sehingga biasa dihubungkan
dengan masalah kemasaman tanah dan pengapuran,
- karena merupakan kation yang
paling cocok untuk mengurangi kemasaman atau menaikan pH tanah.
Sumber Kalsium
- Di dalam tanah, kalsium
selain berasal dari bahan kapur dan pupuk yang ditambahkan juga berasal
dari batuan dan mineral pembentuk tanah.
- Belerang mineral yang
mengandung kalsium antara lain:
- Amfibal (CaMg(CO3)2)
- Apatit (Ca5(PO4)3(ClF)
- Dolomit (CaMg(CO3)2)
- Kalsit (CaCO3).
- Mineral-mineral yang
mengandung Ca pada umumnya sedikit lebih cepat lapuk dari pada
mineral-mineral yang lainnya,
- sehingga ada kecenderungan
Ca di dalam tanah akan menurun dengan meningkatnya pelapukan dan
pencucian.
- Melalui proses pelapukan dan
hancuran mineral-mineral tersebut membebaskan kalsium ke dalam air
disekitarnya.
- Kalsium yang dilepaskan akan
mengalami:
- Hilang terbawa air perkolasi
atau air drainase.
- Diserap oleh organisme
hidup.
- Dijerap oleh organisme hidup.
- Diendapkan kembali sebagai
mineral-mineral sekunder terutama di daerah beriklim kering.
B. Ketersediaan Kalsium Untuk
Tanaman
- Kalsium di dalam tanah
diserap tanaman dalam bentuk Ca2+ , yang berasal dari bentuk yang dapat
ditukar atau dalam bentuk larut air.
- Seperti kation-kation lain,
Ca2+ di dalam tanah selalu dalam keseimbangan dinamis,
- jika bentuknya larut air
berkurang, misalnya karena pencucian atau penyerapan oleh tanaman maka ia
akan digantikan oleh bentuk dapat ditukar.
- Sebaliknya apabila bentuk
larut air tiba-tiba meningkat, misalnya karena pemupukan, maka
keseimbangan akan berubah dengan arah berlawanan.
Faktor-faktor yang menentukan ketersediaan
kalsium bagi tanaman :
- Jumlah kalsium yang dapat
ditukar.
- Derajat kejenuhan
unsur-unsur tersebut pada kompleks pertukaran.
- Tipe koloid tanah.
- Sifat ion-ion komplementer
yang di jerap liat.
- Kalsium yang bersifat dapat
ditukar di dalam tanah mempunyai kaitan penting dengan pH tanah dan
ketersedian beberapa unsur hara.
- Kelebihan kalsium
menyebabkan kalsium karbonat mengendap dan pH penyangga mendekati 8,
- Naiknya pH akan
mengakibatkan turunnya kelarutan fosfor, besi, Mo dan Zn, dan
kadang-kadang menyebabkan kekahatan satu atau lebih hara-hara tanaman
esensial.
- Pada umumnya persediaan
kalsium di dalam tanah cukup besar, tetapi dengan adanya pemakaian pupuk
Nitrogen, Fosofor, Kalium secara terus menerus dan penggunaan varietas
yang konsumtif terhadap unsur hara menyebabkan persedian di dalam tanah
menipis, yang berakibat pada tanah-tanah masam terjadi kekurangan unsur
Ca, komplek pertukaran kation dikuasai oleh ion-ion Al.
- Padahal kita ketahui Al
larut dapat meracuni tanaman.
Fungsi Kalsium pada Tanaman
- Kalsium dijumpai pada
tiap-tiap sel tanaman, kebanyakan unsur ini dijumpai dalam tanaman sebagai
kalsium pektat pada dinding sel-sel daun dan batang. Sehingga kalsium akan
memperkuat bagian-bagian ini.
- Kalsium begitu kuat menyatu
dengan dinding sel, sehingga ia tidak dapat dipindahkan dari sel-sel tua
untuk membentuk sel-sel baru.
- Tanaman yang kekurangan
kalsium tumbuh kerdil karena sel-sel yang baru kecil-kecil dan jumlahnya
sedikit, dan mempunyai batang lemah, karena dinding-dinding selnya tipis
tidak setebal dengan dinding sel normal.
- Kalsium relatif tidak mobil
di dalam tanaman, oleh karena itu tidak ditranslokasikan dari
bagian-bagian tua ke bagian yang lebih muda.
Peranan kalsium di dalam pertumbuhan tanaman
antara lain :
- Mendorong pembentukan dan
pertumbuhan akar lebih dini.
- Memperbaiki ketegaran dan
kekahatan tanaman.
- Mempengaruhi peng-angkutan
air dan hara-hara lain.
- Diperlukan untuk pemanjangan
sel-sel, sintesis protein dan pembelahan sel.
- Mengatur translokasi
karbohidrat, kemasaman dan permeabilitas sel.
- Mendorong produksi tanaman
padi-padian dan biji tanaman.
- Membantu menetralkan
asam-asam organik yang bersifat meracuni.
- Penting untuk pembentukan
dan berfungsi nya bakteri-bakteri bintil akar (Rhizobia) pada tanaman
legum.
Gejala Tanaman Kekurangan Ca
- Dicirikan oleh berkurangnya
pertumbuhan jaringan meristimatik.
- Gejala pertamanya akan
teramati pada titik-titik tumbuh dan daun-daun muda.
- Bagian-bagian ini menjadi
rusak dan klorosis, dan pada tingkat lanjut terjadi nekrosis pada
tepi-tepi daun.
- Daun-daun dan akar-akar muda
sering melekuk-lekuk, berkerut-kerut pendek dan berlekatan satu sama lain.
- Pada tanaman tomat ditandai
dengan penyakit yang disebut busuk pucuk buah.
- Pada tanaman tembakau yang
kahat kalsium daun-daunnya berlekuk-lekuk dan keriting.
- Sedangkan pada tanaman
jagung kekahatan kalsium menghalangi pemunculan dan pemekaran daun-daun
baru, daun-daun tertutup oleh gelatin yang menyebabkan daun-daun tersebut
berlekatan satu sama lain.
- Untuk tanaman kacang tanah
menyebabkan terjadinya polong kosong karena buah tidak berkembang.
- Karena perannya begitu
penting bagi pertumbuhan tanaman,
- sementara ketersediaan di
dalam tanah semakin menipis maka untuk dapat memperoleh pertumbuhan dan
hasil tanaman yang optimal perlu adanya pemupukan unsur Ca baik melalui
tanah maupun diberikan lewat daun.
Magnesium (Mg)
- Agar tercipta hijau daun
yang sempurna dan terbentuk karbohidrat, lemak, dan minyak-minyak,
magnesium lah biangnya.
- Magnesium (Mg) pun memegang
peranan penting dalam transportasi fosfat dalam tanaman.
- Dengan demikian, kandungan
fosfat dalam tanaman dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur
magnesium.
- Senyawa-senyawa magnesium
telah lama diketahui.
- Black telah mengenal
magnesium sebagai elemen di tahun 1755.
- Davy berhasil
mengisolasikannya di tahun 1808 dan Busy mempersiapkannya dalam bentuk
yang koheren di tahun 1831.
- Magnesium merupakan elemen
terbanyak kedelepan di kerak bumi. Ia tidak muncul tersendiri, tapi selalu
ditemukan dalam jumlah deposit yang banyak dalam bentuk magnesite, dolomite dan mineral-mineral
lainnya.
Sumber-sumber
- Logam ini sekarang
dihasilkan di AS dengan mengelektrolisis magnesium klorida yang
terfusi dari air asin, sumur, dan air laut.
Sifat-sifat Magnesium (Mg)
- Magnesium merupakan logam
yang ringan, putih keperak-perakan
dan cukup kuat.
- Ia mudah ternoda di udara,
dan magnesium yang terbelah-belah secara halus dapat dengan mudah terbakar
di udara dan mengeluarkan lidah api putih yang menakjubkan.
Kegunaan
- Magnesium digunakan di
fotografi, flares, pyrotechnics, termasuk incendiary bombs. Ia sepertiga lebih ringan
dibanding aluminium dan dalam campuran logam digunakan sebagai bahan
konstruksi pesawat dan missile.
- Logam ini memperbaiki
karakter mekanik, fabrikasi dan las aluminium ketika digunakan sebagaialloying agent.
- Magnesium digunakan dalam
memproduksi grafit dalam cast iron, dan
digunakan sebagai bahan tambahan conventional propellants.
- Ia juga digunakan sebagai
agen pereduksi dalam produksi uranium murni
dan logam-logam lain dari garam-garamnya.
- Hidroksida (milk of magnesia), klorida, sulfat (Epsom salts) dan sitrat digunakan dalam
kedokteran.
- Magnesite digunakan untuk refractory, sebagai batu bata dan lapisan di
tungku-tungku pemanas.
Senyawa-senyawa
- Magnesium organik sangat
penting untuk tumbuhan dan kehidupan binatang-binatang. Klorofil merupakan perphyrins dengan magnesium sebagai pusatnya.
- Kebutuhan gizi orang dewasa
akan magnesium organik berkisar sekitar 300 mg/hari.
Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)
- Daun-daun tua mengalami
klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang- tulang
daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian
di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning
dengan bercak-bercak merah kecoklatan
- Daun-daun mudah terbakar
oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena
itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut
- Pada tanaman biji-bijian,
daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau tanaman tetap tumbuh maka tanaman akan nampak lemah sekali.
SUMBER NITROGEN
- Sumber utama Nitrogen adalah
Nitrogen bebas di atmosfir yang takarannya mencapai 78% volume dan sumber
lainnya senyawa-senyawa yang tersimpan dalam tubuh jasad.
BENTUK DAN KEBERADAAN NITROGEN
DALAM TANAH
- Nitrogen atmosfir (N2) memasuki system tanah
melalui perantaraan jasad renik penambat N, hujan dan kilat.
- Jasad renik penambat N bebas
mengubah bentuk N2 menjadi
senyawa N-asam amino dan N-protein.
- Jika jasad renik mati,
bakteri pembusuk melepaskan asam amino dari protein, dan bakteri
amonifikasi melepaskan amonium dari gugus amino, yang selanjutnya akan
larut dalam tanah.
- Amonium dapat diserap oleh
tanaman, dan sisa amonium diubah menjadi nitrit,
- kemudian menjadi nitrat oleh
bakteri nitrifikasi dan dapat langsung diserap oleh tanaman.
- Senyawa N-amonium dan
N-nitrat yang dimanfaatkan oleh tanaman, akan diteruskan ke hewan dan
manusia dan kembali memasuki system tanah melalui sisa-sisa jasad yang
akan diurai oleh bakteri membentuk senyawa N-amonium.
Mineralisasi Senyawa Nitrogen
Kompleks
- Senyawa nitrogen yang
tertambat jasad yang dilibatkan dalam kegiatan fisiologinya, dikembalikan
ke dalam peredaran nitrogen setelah mengalami mineralisasi.
- Peruraian senyawa N-kompleks
menjadi senyawa N-anorganik sederhana memungkinkan digunakan lagi dalam
asimilasi jasad, berlangsung dalam beberapa tahapan yang melibatkan
peranan berbagai macam jasad pengurai.
- Perubahan bentuk senyawa N
ini melibatkan serangkaian reaksi ensimatik dalam tubuh jasad.
- Perubahan bentuk senyawa N
ini dapat dituliskan sebagai berikut :
- Protein dan senyawa serupa +
Pencernaan ensimatik Senyawa amino-kompleks + CO2 + E + Hasil lain
- Proses perubahan bentuk
senyawa N organic kompleks menjadi senyawa N organic lebih sederhana (asam
amino) disebut aminasi.
- Factor lingkungan yang
mengendalikan mineralisasi nitrogen adalah: temperature, lengas dan
ciri-ciri tanah. Selain itu, penambahan urea pada tanah akan mempercepat
mineralisasi N.
- Laju mineralisasi nitrogen
juga dikendalikan oleh kandungan N-total tanah, lamanya inkubasi dan
temperature inkubasi.
AMONIFIKASI
- Asam amino yang dibentuk
melalui aminasi akan terus diserang untuk diurai dan dimanfaatkan oleh
jasad renik sampai terbentuk amonium melalui serangkaian proses ensimatik
yang disebut amonifikasi.
- Amonium yang dibebaskan dari
setiap satuan penggunaan protein mencapai 80%, sedangkan sisanya tetap
berada dalam jaringan tubuh jasad pengurainya.
NITRIFIKASI
- Nitrifikasi merupakan suatu
proses oksidasi ensimatik yang dilakukan sekelompok jasad renik dan
berlangsung dalam dua tahap yang terkoordinasikan.
Reaksi-reaksi dalam nitrifikasi senyawa
N-amonium dapat dituliskan sebagai berikut :
- Tahap pertama (nitrisasi)
- Tahap kedua (nitrasasi)
- Nitrifikasi dapat terhambat
oleh sejumlah racun pada kepekatan rendah, seperti sodium tiosianat,
metionin, guanidine, tiourea dan senyawa lain yang mengandung kelompok
SH-aktif, seperti ditiokarbonat dan dimetil ditiokarbonat.
- Cattan pada keadaan
temperature, tanah dan kelengasan ideal, nitrifikasi berlangsung sangat
cepat.
Faktor Tanah Pengendali
Nitrifikasi
- Factor tanah yang banyak
berperan dalam pengendalian nitrifikasi adalah tata udara, temperature,
kelengasan, kapur aktif, pupuk dan nisbah C/N.
DENITRIFIKASI
- Denitrifikasi merupakan
proses pereduksian senyawa N-nitrat menjadi gas nitrogen dan/atau gas
nitrogen oksida, dengan nitrat bertindak sebagai penerima hydrogen.
- Laju denitrifikasi total
akan konstan pada pH di atas 6,0, tetapi produksi N2O dan N2 tergantung pada pH.
- Tegangan oksigen ≤ 5 mm Hg
akan mengurangi laju denitrifikasi sampai sepersepuluh dari laju
denitrifikasi kahat oksigen.
- Pemakaian jerami sebagai
substrat untuk menggantikan alfalfa ternyata mengurangi laju denitrifikasi
walau perbandingan N2 dan
N2O
yang terbentuk tidak berubah.
VOLTASILASI AMONIUM
- Volatilisasi n-amonium akan
mengubah senyawa amonium menjadi gas amoniak yang akan dibebaskan memasuki
atmosfer.
- Kimiawi pembentukan NH3
- Pembentukan gas amoniak dari
pupuk N yang diberikan pada tanah berkapur tergantung pada anion yang ada
dalam garam.
- Pembentukan gas amoniak
mempengaruhi kelarutan CaSO4 dan Ca(NO3)2 yang terbentuk melalui
reaksi garam amonium dengan CaCO3.
- Pembentukan gas amonium ini
meningkat sejalan peningkatan PH, karena ion OH- meningkat sejalan
peningkatan pH, maka pembentukan gas amoniak dituliskan
Penyerapan nitrogen
- Anasir hara nitrogen (N)
diserap perakaran tanaman dalam bentuk anion nitrat (NO3-), kation amonium (N4+) dan bahan lebih kompleks,
seperti asam amino larut air dan asam nukleik.
- Setiap jenis tanaman
mempunyai kecenderungan khusus untuk menggunakan bentuk ion nitrogen yang
dibutuhakannya dan kecendrungan ini dapat berubah oleh factor lingkungan.
- Umumnya tanaman mampu
menyerap dan menggunakan nitrat dan amonium.
- Tanaman lahan atusan lebih
banyak menyerap N dalam bentuk anion nitrat,
- sedangkan tanman padi sawah
lebih banyak menyerap N-NH4+.
PERAN NITROGEN DALAM TANAH
- Kekahatan nitrogen
menyebabkan pembelahan sel terhambat dan akibatnya menyusutkan
pertumbuhan.
- Jika pasok nitrogen cukup,
daun tanaman akan tumbuh besar dan memperluas permukaan yang tersedia
untuk fotosintesis.
- Pasok nitrogen yang tinggi
mempercepat pengubahan karbohidrat menjadi protein dan
- kemudian diubah menjadi
protoplasma dan sebagian kecil dipergunakan menyusun dinding sel, terutama
karbohidrat bebas nitrogen, seperti: kalsium pektat, selulosan, selulosa,
lignin berkadar N-rendah.
- Jadi, nitrogen mempengaruhi
pertumbuhan tanaman dapat melalui cara-cara sebagai berikut.
- menjadikan tanaman berwarna
hijau,
- meningkatkan pertumbuhan
daun dan batang,
- menjadikan tanaman lebih
sukulen,
- kadang menahan pertumbuhan
akar,
- membantu dalam produksi
biji,
- dapat melambatkan pematangan
tanman,
- meningkatkan kandungan
protein buah atau biji,
- mengurangi presentase
pelican dalam buah, i. mengurangi pengaruh buruk udara dingin.
Phosphor (P)
Sumber Phosphor
- Sumber dan cadangan fosfor
(P) alam adalah kerak bumi yang kandungannya mencapai 0,12% P, dalam
bentuk batuan fosfat, endapan guano dan endapan fosil tulang.
- Pelican organic tanah yang
mengandung P antara lain : asam nukleat, fitin dan turunannya, fosfolipida,
fosfoprotein, fosfat inositol dan fosfat metabolic.
Bentuk dan Keberadaan Fosfor
dalam Tanah
- Fosfor alam memasuki system
tanah melalui penghancuran dan peruraian yang berjalan lambat oleh karena
daya larutnya yang rendah.
- Walaupun pembebasan P dalam
bentuk tidak larut batuan fosfat dan bentuk lain, sangat lambat namun
takaran P yang diangkut air sungai dan diendapkan di laut sangat besar.
- Hanya sebagian kecil P
kembali ke tanah melalui guano yang dihasilkan burung laut dan oleh
manusia melalui ikan yang dikonsumsinya.
- Batuan fosfat yang ditambang
dan dijadikan pupuk fosfat semakin mempercepat proses pengurasan P
daratan. Fosfat-pupuk memasuki system pengangkutan menuju laut melalui air
limpasan dan agregat hasil erosi tanah.
- Hasil uraian P-alam berupa
senyawa fosfat yang berada alam system tanah dengan berbagai jenjang
kelarutan.
- Bentuk fosfat ini akan
dikonsumsi oleh jasad hidup, dijerap pelican liat, bahan organic, kation
Al, Fe, Mn, Ca dan kation lain.
- Fosfat yang dikonsumsi jasad
hidup akan dilibatkan dalam sintesis protoplasma dan kembali memasuki
system tanah setelah diurai oleh bakteri fosfat.
- Fosfat yang tidak
terkendalikan oleh mekanisme penahan di atas akan memasuki system
pengatusan dan berakhir dengan pengendapan di laut.
Batuan Fosfat
- Batuan fosfat merupakan
sumber utama pupuk fosfat, dan mutu ketersediaanya bagi tanaman hamper
menyamai super fosfat.
- Kemampuan batuan fosfat
memasok anasir P tersedia, bergantung pada pH tanah dan watak hakiki
batuan itu.
Komposisi
batuan fosfat dapat terlihat dalam reaksi berikut :
- Ca (PO ) F + H H PO + Ca +
senyawa lain
Kesetimbangan
anion P dalam system tanah adalah sebagai berikut :
- H PO H O + HPO H O + PO
Factor Pengendali Ketersediaan
Fosfor
Factor pengendali ketersediaan fosfor meliputi
dua kelompok yaitu
- Faktor tanah yang terdiri
dari komposisi pelican tanah, pH tanah, kandungan liat, kandungan bahan
organic, kelengasan tanah, temperature tanah dan tata udara tanah.
- Faktor tanaman.
Penambatan P-Organik
- Mekanisme panambatan asam
nukleat yang merupakan sumber P dari kelompok senyawa P organic yang
serupa jerapan oleh pelican liat silikat melalui reaksi pertukaran kation.
- Penyerapan ini dapat balik
dan berhubungan linier dengan kapasitas tukar kationnya.
Bahan Organik
- Bahan organic tanah
cenderung meningkatkan ketersediaan P. Selain itu, pengapuran dapat
meningkatkan populasi jasad renik tanah dan menyebabkan peningkatan
mineralisasi P-organik.
ZAT BESI ( Fe)
Sumber
- Besi merupakan unsur yang
terkandung didalam kerak bumi yang terikat dalam batuan beku, batuan
endapan, dan jabarannya.
Bentuk dan
keberadaan besi dalam tanah
- Besi yang berada dalam tanah
berasal dari pelapukan Fe-silikat atau Fe-oksida yang menghasilkan kation-kation
Fe3+ yang reaktif yang kemudian tereduksi oleh kandungan
karbondioksida dalam larutan pelapukan sehingga menjadi kation Fe2+ yang dibutuhkan oleh
tanaman.
Penyerapan besi
- Besi diserap oleh tanaman
dalam bentuk Fe2+ yang mekanisme penyerapannya adalah melalui aliran massa
serta intersepsi akar dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi.
- Penyerapan Fe melalui aliran
massa hanya mencapai 3-9% total Fe yang diangkut tanaman, sedangkan 91-97%
diserap melalui mekanisme intersepsi akar dan singgungan akar dengan
oksida-oksida besi.
- Intersepsi akar merupakan
asimilasi hara yang ada dalam larutan pori tanah yang berisi akar tanaman.
- Mekanisme singgungan akar
terjadi jika akar kahat Fe memasuki larutan hara yang mengandung oksida Fe
sehingga menyebabkan Ph larutan hara turun.
- Penurunan Ph ini sangat
menguntungkan untuk memobilisasi oksida Fe sampai memasuki antarmuka
akar-besi.
Peranan besi dalam tanaman
- Peranan besi (Fe) dalam
metabolisme tanaman telah diamati sejak tahun 1844 oleh GRIS, yaitu
peranannya dalam menjaga klorofil dalam tanaman.
- Fungsi besi dalam tanaman
juga tergabung dengan system enzim pernafasan tertentu, seperti: katalase,
paroksidase, dan sitokrom a, sitokrom b, sitokrom c, feredoksin, ferikrome
dan suksinik dehidrogenase.
- Kekahatan besi pada tanaman
menyebabkan klorosi pada jaringan daun karena ketidak cukupan sintesis
klorofil.
MANGAAN ( Mn)
Sumber Mangan
- Pelican primer (batuan)
terpenting sebagai sumber mangan adalah ferromagnesian-kaya besi,
sedangkan pelican sekunder pemasok mangan antara lain : manganit,
pirolusit, hausmanit, vrendenburgit, bixyite, braunit 3, jakobsit,
holandit, todokorit, litioforit, dan birnesit.
Bentuk dan Keberadaan Mangan
dalam tanah
- Kelarutan Mn dalam tanah
tergantung pada pH tanah dan keadaan oksidasi-reduksi tanah.
- Pemasaman tanah meningkatkan
kelarutan mangan karena berkurangnya bahan organic yang menjerap mangan.
- Peningkatan pengangkutan Mn
disebabkan oleh kemampuan ferus sulfat untuk mereduksi oksida-oksida
mangan bermartabat tinggi menjadi lebih tersedia bagi tanaman.
- Status Mn tanah dipengaruhi
oleh kelengasan tanah, temperature, pH dan bahan organic tanah.
SULPHUR ( S)
Sumber Sulfur
- Sumber utama sulfur adalah
gas belerang yang dikeluarkan gunung api, sedangkan sumber lain adalah
bahan tambang yang mengandung belerang.
Bentuk dan Keberadaan Sulfur
dalam Tanah
- Anasir sulfur berwarna
kuning logam dan ditemui secara alami sebagai endapan di daerah gunung api
yang tidak larut dalam air sebelum mengalami oksidasi.
- Sulfur mampu bereaksi dengan
berbagai logam membentuk senyawa sulfida yang bebas oksigen.
Keberadaan sulfur dalam tanah terbagi menjadi
3 bagian yaitu :
- Peredaran sulfur-organik
- Peredaran sulfur anorganik
- Penahanan sulfat
Penyerapan Sulfur
- Unsur hara sulfur terutama
diserap tanaman dalam bentuk ion sulfat.
- Kepekatan sulfur-pupuk dan
S-total (ppm) dan pengangkutan (mg/pot) menunjukkan adanya hubungan
sinergistik kuat antara fosfor dan sulfur dalam tanah.
Peranan Sulfur dalam Tanaman
- Unsur hara sulfur (S)
merupakan bagian penting protein tertentu, diperlukan dalam sintesis
protein, vitamin tertentu, klorofil dan senyawa organic lain.
- Takaran kebutuhan sulfur
bagi tanaman sebanyak kebutuhannya terhadap fosfor.
SENG (Zn)
Sumber
seng
- Unsur seng
(Zn) dikandung oleh batuan beku, batuan endapan dan tanah.
- Batuan
beku terpenting pemasok Zn adalah granit 40 ppm dan basalt 100 ppm.
- Sedangkan
batuan endapan adalah batu kapur 20 ppm, batu pasir 16 ppm, dan batuan
liat 100 ppm.
- Pelikan
yang mengandung Zn antara lain sfalarit, smit sonit dan hemi morfit.
Bentuk dan
keberadaan seng dalam tanah
- Pelapukan
Zn akan melepasakan Zn2+ kedalam
larutan ion ini tetapi tetap merajai sampai pH sekitar 9,0
- Hal
ini dikarenakan banyaknya Zn dalam senyawa dapat larut dan ion-ion
kompleks yang mungkin terbentuk dengan anion-anion anorganik biasanya
tidak mantap.
- Transport
Zn dalam larutan akan berjalan lancar, kecuali jika larutan itu mengandung
ion oksida.
- Pada
larutan alkalin yang bebas ion sulfida ion Zn tetap dapat larut bersama
anion-anion utama lain,
- Kelarutannya
ini tidak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan pada potensial redoks.
Boron ( B
)
Sumber
Boron
- Unsur Boron
dikandung oleh batuan beku, batuan endapan dan tanah.
- Kandungan
boron pada batuan granit 15 ppm, basalt 5 ppm, batu kapur 20 ppm, batu
pasir 35 ppm dan batu liat 100 ppm.
- Pelikan
penting yang mengandung boron antara lain borax, uleksit, ludwigd,
turmalin, aksinit dan mika.
Bentuk dan Keberadaan Boron dalam tanah
- Pelapukan
batuan yang mengandung boron akan menghasilkan borat.
- Penyerapan
ion borat dari larutan tanah dapat dilakukan oleh pelikan-pelikan liat dan
seskioksida.
- Penjerapan
ini tergantung Ph dan mencapai maksimal pH 7-9.
- Penjerapan
ion borat lebih banyak dilakukan oleh seksiosida dari pada pelikan liat.
Penyerapan
boron
- Unsur hara
boron diserap dalam bentuk anion BO3- melihatkan
kedua tahapan proses serapan yaitu serapan cepat dan serapan lambat.
- Serapan
lambat berlangsung setelah serapan cepat mencapai arus jenuh.
- Serapan
lambat ini merupakan serapan metabolis, yang memasukkan anion BO-3 ke
dalam ruang sebelah dalam sel.
Peranan
Boron dalam Tanaman
- Unsur hara
boron mempunyai fungsi
sebagai
penunjang transport gula menerobos membran sel, dengan membentuk kompleks
gula borat dapat terionisasi.
- Boron
menyebabkan degenerasi jaringan meristematik akibat terganggunya
pembelahan sel.
- Boron
juga mengurangi kapasitas tanaman menyerap posfat
dan mengguranggi aktivitas ATP ase.
Molibdenum(Mo)
Sumber
molibdenum
- Kandungan
Mo rata-rata batuan beku adalah 1-2 ppm yaitu pada batu basalt 1,0 ppm dan
batuan granit 2,0 ppm sedangkan pada batuan endapan yaitu batu kapur 0,4
ppm, batu pasir 0,2 ppm dan shale 2,6 ppm.
Bentuk dan
keberadaan molibdenum dalam tanah
- Molibdenum
mempunyai beberapa martabat ion pada pelikan yang mengandungnya.
- Jika
dalam larutan tersedia cukup Ca2+, Pb2+, Cu2+ atau
Fe3+ ion-ion
molibdat itu akan diendapkan dan jika keadaan lingkungan kahat oksigen
dapat membentuk ilsemenit.
- Ion-ion
molibdad akan terserap pada jarah-jarah koloid yang bermuatan positif.
- Kepekatan
Mo dalam air tanah banyak dikendalikan oleh adanya kation Fe3+, Pb2+ dan
Ca2+ dalam
larutan.
- Kisaran
Mo dalam tanah adalah 0,2 smapai 10 ppm namun umumnya lebih kecil 5 ppm.
- Kelarutan
bentuk-bentuk ion molibdenum dalam
tanah menunjukkan bahwa ion molibdenum terpenting adalah MoO42-
Penyerapan
Molibdenum
- Unsur hara
molibdenum diserap akar tanaman dalam bentuk anion molibdad (MoO42-)
yang juga melibatkan transpor aktif walaupun bukti langsung hal ini sangat
sedikit.
Faktor-faktor
pengendalian pengambilan Mo oleh tanaman meliputi
- Bahan
induk dan kimiawi dalam tanah
- pH
tanah
- spesies
dan spesies tanaman
- pengaruh
fosfor,sulfur,mangan besi
- jenjang
pertumbuhan tanaman
- bahan
organik dan
- pengatusan
tanah
peranan
molibdenum dalam tanah
- Molibdenum
(Mo) menjadi komponen enzim-enzim nitrat reduktase, nitrogenase dan sulfit
oksidase fungsi pokok Mo dalam tanaman terangkum dalam transfer elektron.
- Nirat
reduktase banyak dijumpai dalam berbagai spesies tanaman.
- Tanaman
yang tumbuh pada tanah banyak mengandung Mo3- sehingga
membutuhkan lebih banyak Mo dibandingkan jika tanah mengandung NH4-.



bagus materinya
BalasHapusMakasih tambahan ilmunya mbak.
BalasHapusbagus materinya
BalasHapuswah lengkap sekali kak. lanjutkan
BalasHapusiya sama",, terimaksih sudah berkunjung ya
BalasHapusKunjungin blog saya juga sis, jangan lupa ngisi buku tamu
BalasHapussangat membantu sekali kak trimakasihh
BalasHapusmantaaap...sangat bermanfaat
BalasHapusPosting yang keren (y) tambah lagiii yaaa
BalasHapusterima kasih atas infonya, skarang saya jadi mengerti, :-) .
BalasHapussip infonya kak :D
BalasHapusGood..sangat bermanfaat sekali infonya
BalasHapusthnks infonya
BalasHapus@nur laily_sudah kok sist..
BalasHapus@tria amalia_trimakasih, ok akan sya tambah lagi
BalasHapus@all_alhamdulilah bila bermanfaat. terimakasih sudah mampir di blog sya
BalasHapusMenambah pengetahuan sekali infonya ;-)
BalasHapusuwwwooo, bagus . makasih ilmunya
BalasHapusTambah lagi isi blog nya kakak :-)
BalasHapuskeren kakak
BalasHapus